Mapping
Lihat jenjang, kebutuhan, dan kemampuan awal siswa.
ACADEMIC · TKA
TKA SD, SMP, dan SMA tidak punya kebutuhan yang persis sama. Karena itu, persiapannya juga nggak seharusnya satu pola untuk semua siswa. Kita mulai dari jenjang, kemampuan awal, lalu menentukan apa yang paling perlu diperkuat.
Tes Kemampuan Akademik membantu menghasilkan informasi capaian akademik murid yang terstandar. Persiapannya bukan tentang menghafal sebanyak mungkin materi, tetapi memahami kompetensi yang diukur dan terbiasa menggunakan pengetahuan untuk menyelesaikan masalah.
Dalam struktur resmi saat ini, TKA untuk jenjang SD/MI dan SMP/MTs menguji Bahasa Indonesia dan Matematika. Untuk SMA/MA/SMK sederajat, mata uji wajib mencakup Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, ditambah dua mata pelajaran pilihan.
Bangun fondasi membaca, memahami informasi, matematika dasar, dan problem solving sesuai jenjang.
Latih kemampuan memahami stimulus yang lebih kompleks, konsep matematika, dan penalaran.
Persiapkan mata uji wajib sekaligus arah dua mata pelajaran pilihan sesuai target studi.
Pada TKA Matematika SD, misalnya, kerangka resmi mencakup bilangan, geometri dan pengukuran, serta data. Di SMP, cakupannya berkembang antara lain ke aljabar dan data-peluang. Kerangka tersebut membantu siswa belajar berdasarkan kompetensi, bukan sekadar menebak “soal yang bakal keluar”.
Lihat jenjang, kebutuhan, dan kemampuan awal siswa.
Perkuat konsep yang memang menjadi fondasi.
Biasakan menggunakan konsep untuk menyelesaikan masalah.
Gunakan hasil latihan untuk menentukan fokus berikutnya.
Kalau kerangka asesmennya terbuka, apa yang seharusnya dipelajari?
Yang paling berguna bukan mencoba menebak soal persisnya. Gunakan kerangka asesmen untuk memahami materi, kompetensi, karakter stimulus, dan proses berpikir yang diukur. Pemerintah memang mempublikasikan kerangka TKA dan contoh soal untuk publik.
Kita ingin siswa tahu apa yang perlu dikuasai, kenapa kompetensi itu penting, dan bagaimana menggunakannya ketika bentuk soalnya berubah.
Tidak. TKA mengukur kompetensi mata pelajaran sesuai kurikulum, sementara Asesmen Nasional memiliki fungsi dan konstruk yang berbeda. TKA tetap menekankan penalaran dan pemecahan masalah.
Tidak. Mata uji, cakupan materi, dan tingkat kompetensinya mengikuti jenjang. Karena itu persiapan sebaiknya disesuaikan dengan level siswa.
Dalam struktur resmi saat ini, siswa SMA/MA/SMK memilih dua mata pelajaran pilihan selain mata uji wajib. Pilihan idealnya selaras dengan minat dan rencana studi lanjut.
Program TKA dirancang untuk menggabungkan penguatan konsep, latihan, dan evaluasi. Detail paket dan format kelas dapat dicek melalui tim SCOVER.
Mulai dari melihat jenjang dan kemampuan awal, lalu susun fokus belajar yang lebih masuk akal.